You need to enable javaScript to run this app.

MARI WUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA 

  • Selasa, 25 Juni 2024
  • SMP Negeri 6 Singaraja
  • 0 komentar
MARI WUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA 

MARI WUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA 

"Hidup Sehat Dengan Toga"

Toga merupakan tanaman-tanaman yang digunakan secara tradisional untuk mengobati atau meredakan berbagai jenis penyakit atau keluhan kesehatan dalam lingkungan keluarga. Ini bisa termasuk tanaman herbal, rempah-rempah, atau tanaman lain yang memiliki khasiat medis atau kesehatan.

        Keunggulan menggunakan tanaman obat keluarga antara lain karena lebih mudah diakses, lebih terjangkau secara finansial, dan sering kali lebih aman dibandingkan obat-obatan kimia tertentu jika digunakan dengan benar. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan tanaman obat keluarga harus didasarkan pada pengetahuan yang baik tentang jenis tanaman, cara penggunaan yang tepat, serta dosis yang aman, agar tidak menimbulkan efek samping atau interaksi obat yang tidak diinginkan.

Berikut adalah beberapa contoh tanaman obat keluarga yang umum digunakan:

  1. Jahe 
    Jahe merupakan tanaman yang populer akan khasiatnya. Tak hanya digunakan sebagai rempah-rempah, jahe juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meredakan mual, memperbaiki pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

    Jahe umumnya dihidangkan sebagai minuman hangat untuk mengatasi masalah perut seperti kembung, masuk angin, mual dan diare.

  2. Kunyit: 
    Kunyit merupakan tanaman yang terkenal akan warnanya yang kuning sebagai bahan masakan atau minuman.

    Selain itu, kunyit juga merupakan tanaman yang kaya akan khasiat sebagai tanaman obat. Salah satu diantaranya adalah tanaman kunyit dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit.

    Tanaman kunyit juga dikenal memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, serta dapat membantu mengurangi rasa sakit sendi.

  3. Lidah Buaya:
    Lidah buaya merupakan tanaman yang sering kita jumpai di Indonesia. Selain sebagai tanaman hiasan, lidah buaya juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

    Senyawa polisakarida dan mannose-6-phospate dalam lidah buaya dapat membantu penyembuhan luka. Terdapat juga kandungan zat besi, sodium, kalium, kalsium, flavonoid dan fenol pada gel lidah buaya yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini, penyakit degeneratif hingga serangan jantung.

    Gel dari lidah buaya juga bisa digunakan untuk mengobati luka bakar ringan, serta kulit iritasi atau peradangan.

  4. Daun Sirih:
    Daun sirih mungkin sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia akan khasiatnya dalam mengatasi masalah kesehatan.

    Kandungan polevenoland dan flavonoid yang dimiliki daun sirih dapat menjadi antioksidan, antiinflamasi serta antiseptik alami dan sering digunakan untuk kesehatan mulut, seperti mengatasi sariawan.

    Selain itu, kandungan uegonol dan karvakol juga dapat meredakan rasa sakit serta mengatasi bau mulut dan keputihan.

  5. Sambiloto:
    Sambiloto merupakan tanaman yang terkenal akan rasa pahitnya sehingga biasa dimanfaatkan sebagai jamu. Tanaman obat ini memiliki kandungan antioksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

    Selain itu, terdapat kandungan paniculata yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Sambiloto juga dipercaya dapat mengobati berbagai infeksi seperti herpes, sinusitism kusta, malaria dan pneumonia. Tanaman ini juga memiliki khasiat untuk menurunkan demam, mengatasi gangguan pencernaan, dan meningkatkan nafsu makan. 

    tanaman toga sambiloto dan khasiatnya
  6. Lengkuas:
    Lengkuas merupakan tanaman yang sering dijumpai di Indonesia. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai bumbu masakan pada hidangan daerah. Namun, lengkuas juga memiliki berbagai khasiat sebagai tanaman herbal.

    Lengkuas dipercaya dapat mengobati asma atau batuk, menurunkan deman, menurunkan kolesterol dan bahkan mencegah kanker dan tumor.

    Akar lengkuas memiliki rasa pedas dan mengandung minyak atsiri yang baik untuk pencernaan dan mengatasi masalah perut seperti kembung dan mual.

  7. Temulawak:
    Temulawak atau curcuma xanthorrhiza roxb merupakan tanaman yang sudah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tanaman ini sering dijumpai di daerah tropis seperti Indonesia.

    Temulawak memiliki kandungan kurkumin serta zat-zat lainnya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja ginjal dan saluran pencernaan.

    Rimpang temulawak digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, memperlancar pencernaan, dan juga diketahui memiliki efek antiinflamasi.

  8. Temu Ireng
    Sama halnya dengan temulawak, temuireng atau curcuma aeruginosa roxb merupakan tanaman temu-temuan yang memiliki warna lebih gelap dibandingkan dengan temulawak.

    Temuireng juga dapat meningkatkan sistem imun sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Selain itu, temuireng juga sering digunakan sebagai peningkat nafsu makan ketika anak susah makan.

    temu ireng dan khasiatnya

  9. Kencur:
    Tanaman ini memiliki bau yang wangi dan biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa manfaatnya untuk melancarkan haid, menghilangkan lelah, dan mengatasi batuk. Caranya cukup dengan menyeduh kencur dengan air panas. Tunggu beberapa saat hingga mengendap dan minum air seduhannya.

    Kencur juga sering digunakan sebagai obat batuk karena memiliki sifat ekspektoran dan antiseptik.

    Selain itu, bagian rimpang dari tanaman bernama latin Kaempferia galanga yang memiliki aroma khas tersebut juga mengandung banyak manfaat lain. Mulai dari meredakan batuk, mengatasi radang lambung, hingga mengobati bengkak maupun luka. Selain itu, kencur juga disebut memiliki khasiat sebagai ekspektoran, diuretika, dan stimulan.

     

  10. Kumis kucing:
    Kumis kucing dapat memicu peningkatan produksi urin yang membuat orang jadi lebih sering buar air kecil, hal ini secara tidak langsung dapat membantu membilas bakteri yang masuk ke dalam kandung kemih.
    Daun Kumis kucing juga mengandung tinggi kalium, glikosida, orthosiponon yang bagus untuk menurunkan kadar asam urat, fosfat, dan oksalat. Kumis kucing memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-hipertensi yang membantu menghilangkan gejala rematik dan asam urat.
    Daun kumis kucing juga memiliki efek diuretik alami, digunakan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan seperti batu ginjal dan hipertensi.

  11. Melati: Melati merupakan tanaman hias perdu menjalar dengan panjang batang bisa mencapai 5 meter. Tanaman toga yang disebut juga yasmin arab ini tumbuh subur di daerah panas.

    Jenis bunga melati ada yang tunggal dan ada juga yang tumpuk atau ganda. Bunga melati yang tumpuk hanya dipakai sebagai hiasan dan jarang diambil minyaknya karena harumnya tidak bertahan lama. Daun melati berbentuk oval dengan tepi agak bergelombang, terutama bila tua. Daun yang masih muda berwarna hijau kekuningan. Setelah tua, berubah menjadi hijau tua mengkilap.

    Tanaman melati mengandung zat zat bensil, livalilasetat, dan indol. Tanaman toga ini bermanfaat untuk mengurangi produksi ASI, mengobati sakit mata, bengkak akibat sengatan lebah, demam, sakit kepala, sesak nafas, dan jerawat.

    Bunga melati juga sering digunakan dalam aromaterapi karena aromanya yang menenangkan dan dapat membantu meredakan stres serta meningkatkan tidur yang nyenyak.
  12. Cocor bebek:
    Cocor bebek berasal dari daerah tropika kering, seperti India dan sekitarnya. Dikenal sebagai tanaman berdaun ajaib atau miracle leaf karena tunasnya muncul dari lekukan tepi daun. Apabila daunnya sobek dan jatuh ke tanah, akan tumbuh tunas dan selanjutnya menjadi tanaman baru.

    Tanaman cocor bebek mengandung appelzuur, damar, zat lendir, magnesium malat, kalsium oksalat, asam formiat, dan tanin. Berkhasiat menyembuhkan sakit kepala, batuk, sakit dada, borok, dan penyakit kulit lainya. Selain itu, dapat menyembuhkan demam, memperlancar haid yang tidak teratur, obat luka, dan sebagai obat bisul. Daun cocor bebek juga bisa digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek.

    Cocor bebek (kalanchoe pinnata)
  13. Kamboja:

    Tanaman toga kamboja dikenal juga dengan nama Plumeria rubra karena bunganya berwarna putih dengan semburat merah jambu dan di bagian tengahnya kuning. Tangkai bunganya berwarna merah jambu. Tanaman ini berupa pohon dengan ketinggian mencapai 5 meter.

    Daunnya mengkilap dengan warna hijau gelap. Batangnya mudah patah dan gampang mengeluarkan getah bila terluka. Getahnya lengket mirip getah karet. Pada musim hujan, tanaman biasanya tumbuh rimbun.

    Tanaman kamboja mengandung zat-zat fuvoplumierin yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Juga mengandung minyak menguap, seperti geraniol, farsenol, sitronellol, fenetilalkohol, dan linallol, serta terdapat saponin, zat pahit, dan damar. Zat-zat yang ada pada tanaman toga tersebut berkhasiat mengobati patek (frambusia), pecah pecah pada telapak kaki, dan kaki bengkak.

    Bunga kamboja juga memiliki aroma yang harum dan digunakan dalam berbagai jenis pengobatan tradisional, terutama untuk meredakan stres dan memperlancar pernapasan.
  14. Kembang sepatu:
    Tanaman hias yang berbentuk semak dengan tinggi mencapai 3 meter ini banyak menghasilkan bunga. Daunnya hijau mengkilap berbentuk hati dengan bagian tepi bergerigi.

    Bunga ini mekar pada pagi hari setelah matahari terbit, lalu menguncup sebelum petang saat matahari terbenam. Bila matahari bersinar, bunganya tetap mekar. Demikian juga bila air cukup dan tanahnya subur. Kembang sepatu dikembangbiakkan dengan setek. Varietas tanaman ini sangat banyak, yaitu diperkirakan lebih dari 5.000 jenis.

    Bunganya mengandung hibiscetin, sedangkan batang dan daunnya mengandung kalsium oksalat, peroksidase, lemak, dan protein. Berkhasiat mengobati bronkitis, kencing nanah, haid tidak teratur, obat sakit panas, demam pada anak anak, sariawan, batuk, gondok, dan sakit kepala.

    Daunnya memiliki sifat antidiabetes dan sering digunakan untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

  15. Pandan wangi: Daun pandan wangi sering digunakan dalam memasak dan memiliki efek menenangkan serta antiseptik ringan.
  16. Kenanga:
    Tanaman ini dikenal juga dengan sebutan ylang-ylang atau perfume tree. Warna bunganya hijau kekuningan dengan 5-6 mahkota yang panjang dan berbentuk spiral tidak beraturan. Tanaman ini tingginya hanya sampai 3 meter dan berbatang keras.

    Daunnya berbentuk oval, berujung lancip, dan tepi bergelombang berwarna hijau kekuningan. Panjang daun antara 12-20 cm. Tanaman ini diperbanyak dengan cara cangkok.

    Kenanga mengandung minyak terbang yang berkhasiat mengobati penyakit kudis, selain itu juga digunakan dalam minyak aromaterapi untuk meredakan sakit kepala dan mengurangi ketegangan otot.

  17. Krokot:

    Tanaman obat keluarga  (TOGA) ini tumbuh di dekat tempat lembap dengan cara menjalar di tanah dan memiliki cabang yang banyak. Warna batang cokelat kemerahan. Daunnya bulat telur, kecil, dan berdaging tebal. Dari ketiak batang atau daun muncul bunga kecil berwarna kuning atau putih.

    Tanaman toga krokot mengandung zat zat gizi seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C. Krokot berkhasiat untuk mengobati penyakit jantung.

    Akar dan daunnya sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti diare.

  18. Lidah mertua:

    Lidah mertua merupakan tanaman herbal yang tidak bertangkai. Disebut lidah mertua karena sosok tanamannya berbentuk pedang panjang yang tegak dengan ujung lancip dan bergelombang.

    Daunnya berdaging tebal, tetapi mudah patah karena liat. Warna daun bermacam macam, yaitu hijau abu abu dengan bagian tengah berwarna kekuningan memanjang dan hijau abu abu dengan pita melintang berwarna hijau gelap. Tanaman toga ini mudah dikembang biakkan, yaitu cukup dengan memisahkan anakan, batang, dan setek daunnya.

    Lidah mertua mengandung senyawa abamageum yang berkhasiat menyuburkan rambut, daunnya yang tebal bisa digunakan untuk mengobati luka bakar ringan dan sebagai obat luar untuk memperlambat perdarahan.

  19. Sereh:
    Serah biasa digunakan sebagai penambah cita rasa makanan. Namun, di balik itu semua ada banyak kandungan dan nutrisi yang baik untuk kesehatan.

    Salah satu gangguan yang bisa diatasi dengan batang serai adalah gangguan tidur. Batang serai cukup diseduh dan airnya diminum sehingga bisa memberikan efek menenangkan otot dan saraf.

    Batang sereh mengandung minyak atsiri yang memiliki sifat antiseptik dan juga digunakan sebagai penambah aroma pada masakan.

    Tanaman bernama latin Cymbopogon citratus ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, terutama untuk menambah rasa pada masakan berkuah maupun aneka tumisan. Di sisi lain, sereh juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Mulai dari mengatasi sakit perut, sakit kepala, nyeri sendi, hingga kram pada saluran pencernaan.

    Selain itu, menanam serai di halaman rumah untuk mencegah nyamuk berkembang biak di area rumah. Sebab aroma serai yang disukai manusia ternyata tidak disukai oleh nyamuk.
         
  20. Daun salam: Daun salam memiliki efek antidiabetes dan sering digunakan dalam masakan tradisional untuk meningkatkan kesehatan pencernaan.

     

  21. Belimbing wuluh: Buah ini mengandung vitamin C tinggi dan sering digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti sakit perut.

  22. Katuk

    Sebagai tanaman obat, daun katuk terkenal akan manfaatnya sebagai pelancar air susu ibu atau ASI tradisional. Meski begitu, tanaman bernama latin Sauropus androgynus ini juga memiliki beragam manfaat lainnya untuk kesehatan.

    Sekadar informasi, daun katuk memiliki karakteristik atau ciri khas yaitu berukuran kecil, warnanya cenderung hijau gelap, dan terdapat corak pada bagian tengahnya. Daun katuk sendiri umum diolah sebagai bahan masakan, lalapan, maupun diseduh sebagai teh herbal. Sementara manfaat daun katuk di antaranya adalah meningkatkan produksi ASI, menurunkan kadar gula darah, mencegah risiko obesitas, mengatasi peradangan, hingga membantu penyembuhan luka.

    Katuk



  23. Kemangi

    Daun kemangi merupakan jenis tanaman toga yang termasuk dalam kelompok tumbuhan aromatik. Daun yang memiliki ciri khas berupa aroma yang segar ini kerap dijumpai sebagai pelengkap dalam beragam menu makanan. Sebab daun kemangi disebut mampu menetralisir racun yang mungkin terdapat dalam makanan, terutama makanan yang diolah dengan cara dibakar.

    Di sisi yang lain, daun kemangi juga memiliki beragam manfaat lainnya. Mulai dari sebagai anti inflamasi, dapat menggantikan zat besi bagi perempuan yang haid, menghilangkan bau badan, mengatasi jerawat, hingga menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

    Kemangi

  24. Seledri
    Selain memiliki bau yang wangi, seledri mengandung banyak nutrisi seperti kalsium, natrium, besi sehingga bisa menyehatkan tubuh. Bahkan, tanaman ini bisa menurunkan tekanan darah karena kandungan phthalides, mengurangi kolesterol, meringankan arthritis, dan juga asam urat.




  25. Kelor

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

I Made Jimat., S.Pd.,M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Seraya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, disertai perasaan bangga saya menuliskan kata sambutan Kepala sekolah,...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda tentang SMP Negeri 6 Singaraja

Hasil